Magang Bergaya Hemat di Thailand part 1

Magang Bergaya Hemat di Thailand Part 1

Magang bergaya hemat di Thailand sama dengan hidup hemat, atau yang sekarang lebih popular dengan istilah “Frugal living” terkadang bisa terasa sulit bagi sebagian orang. Secara garis besar, berhemat adalah usaha yang harus dilakukan agar memiliki kendali penuh dalam kontrol diri, utamanya tentang keuangan, menjadi cukup menantang. Menurut Andas Online Cambridge Frugal living adalah “suatu sifat kehati-hatian dalam menggunakan uang, makanan, dan sumber daya lainnya sesuai dengan kebutuhan.”

Ketika anda memulai untuk mengatur kehidupan serta keuanganmu sendiri, memiliki gaya hidup hemat atau frugal living bisa sangat bermanfaat untukmu dan masa depan anda. Lalu, dalam kasus yang lebih spesifik, apa kaitannya  menjadi intern dan gaya hidup hemat? Kebanyakan mahasiswa yang menjalani internship harus berada di tempat yang jauh dari tempat tingglnya, bahkan di luar negeri. Hidup sendiri memaksa para intern untuk hidup mandiri dan bertanggung jawab atas segala kebutuhan yang dimiliki. Dalam hal ini, frugal living bisa mencegah adanya kesulitan secara finansial ketika para intern jauh dari rumah. Terdengar menarik bukan?

Saya Yemima dan saya memulai program sebagai intern bagian Front Office di sebuah hotel bintang lima di salah satu kota terkenal di Pulau Phuket, yakni Kota Patong, pada November 2019. Bagaimana caranya saya mengatur keuangan untuk bisa bertahan disana dan bahkan membawa pulang sebagian dari allowance yang saya dapat? Saya akan membagikan 10 tips dan trik magang bergaya hemat yang bisa anda lakukan pada saat program magang di luar negeri, khususnya di Thailand.

Magang Bergaya Hemat di Thailand

Photo by Syed Ahmad on Unsplash

1. Bawa Uang Tunai untuk Biaya Hidup Bulan Pertama 

Sebagai seorang anak magang di hotel, saya mendapatkan allowance setiap akhir bulan. Membawa uang tunai dalam mata uang Thai Baht sangat membantu untuk kehidupan di bulan pertama. Saya juga membawa kartu debit VISA untuk antisipasi apabila saya kehabisan uang tunai. Namun demikian, saya berusaha untuk tidak transaksi tarik tunai di luar negeri karena biaya administrasinya yang mahal. Uang tunai sangatlah bermanfaat, namun tetap berhati-hatilah ketika membawa uang tunai dalam jumlah yang besar.

2. Manfaatkan Fasilitas Kantin 

Di hari kerja, hotel memperbolehkan para intern untuk makan 2-3 kali di kantin karyawan di hari kerja. Hal ini sangat saya manfaatkan untuk menghemat uang terlebih di hari kerja. Ketika hari libur, barulah saya akan mencoba makanan lokal di pasar malam atau restaurant di sekitar tempat tinggalku. Makanan disini sangat enak!

3. Rekomendasi Makanan Lokal Enak dan Murah 

Sejujurnya, saya bukanlah tipikal orang yang berani untuk mencoba makanan di tempat baru. Meminta rekomendasi tempat makan dari teman-teman lokal perihal tempat makan yang enak dan murah bisa sangat membantu. Bahkan terkadang mereka mengajak saya untuk pergi bersama ke pasar malam ataupun pasar tradisional dimana tidak banyak turis asing yang datang, dan makanan lokal disana juga sangat murah!

4. Cek Makanan Minimarket dan Temukan Favoritmu

Ada banyak mini market yang menjual makanan yang enak dengan harga terjangkau. Saya sangat merekomendasikan burger dari minimarket 7Eleven untuk dicoba. Ada banyak varian rasa tersedia yang pastinya dengan harga yang murah, yang pasti bisa dinikmati baik di awal bulan, maupun di akhir bulan ketika keadaan keuangan sedang menipis. Untuk teman-teman yang muslim, jangan takut, kalian tetap bisa menikmati burger ini karena juga tersedia varian halal.

5. Pergi Berwisata dengan Teman Baru

Ketika pergi berwisata dalam satu kelompok, anda bisa berbagi tempat menginap dan biaya transportasi. Alat transportasi yang terkenal di Thailand yaitu tuk-tuk, sangat asyik untuk dinaiki beramai-ramai dengan teman. Berkapasitas hingga lebih dari lima orang (tuk-tuk ukuran sedang), bisa menjadi alternatif yang hemat untuk berpergian. Selain itu, berwisata dalam satu kelompok juga lebih aman dibanding dengan berpergian sendiri, setuju?

selanjutnya, Magang Bergaya Hemat di Thailand part 2